Spirit of Majapahit Jadi Kekuatan Branding, Pemkot Mojokerto Dorong Event Kolaboratif untuk Genjot Pariwisata dan Ekonomi

Oplus_131072
Kota Mojokerto terus memantapkan langkah sebagai kota berkarakter sejarah dan budaya melalui penguatan branding bertema Spirit of Majapahit. Tema besar ini ditegaskan sebagai kekuatan utama branding Kota Mojokerto, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Dengan mengusung Spirit of Majapahit, ini adalah kekuatan branding kita di level nasional bahkan internasional,” tegas Wali Kota Mojokerto, Ning Ita.
Dalam upaya merealisasikan visi tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto mendorong implementasi konsep One Company One Event. Melalui konsep ini, masing-masing perusahaan, perbankan, serta perangkat daerah didorong untuk menyelenggarakan event secara mandiri. Tak terkecuali event olahraga yang digelar bersama KONI, seiring dengan terus meningkatnya prestasi cabang olahraga di Kota Mojokerto.
Ning Ita menjelaskan, penyelenggaraan event yang berkesinambungan diyakini mampu menjadi magnet kuat bagi wisatawan dari luar daerah. Kehadiran wisatawan tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga mendorong mereka untuk tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di Kota Mojokerto.
“Event-event ini akan menarik kunjungan wisatawan dari luar kota untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di Kota Mojokerto. Dari situlah ekonomi akan tumbuh karena uang beredar semakin besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan. Pemerintah daerah dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif melalui skema innovative financing, dengan membangun sinergi bersama dunia usaha serta berbagai pihak di luar pemerintahan.
“Ini adalah wujud konkret pendanaan inovatif. Kita bersinergi, berkolaborasi, agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran terbatas,” pungkasnya.
Melalui kebijakan strategis ini, Pemkot Mojokerto menargetkan penguatan kolaborasi lintas sektor, penyelarasan program antar perangkat daerah dan stakeholder pariwisata, pelurusan arah kebijakan pengembangan event, serta peningkatan kunjungan wisatawan. Dampak akhirnya diharapkan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.(jekyridwan)
