Ning Ita Dorong ASN Adaptif dan Berdaya Saing Melalui Coaching Manajemen Kepegawaian

Oplus_131072
Kota Mojokerto — Pemerintah Kota Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur melalui kegiatan Coaching Manajemen Kepegawaian dengan tagline “Ning Ita Sinar ASN (Sesi Inspirasi dan Arahan ASN Be-AKHLAK)”. Kegiatan ini digelar pada Senin (17/11) di Ruang Sabha Mandala Madya dan diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam arahannya menekankan pentingnya ASN untuk tidak terjebak dalam rutinitas yang stagnan. Menurutnya, dinamika pekerjaan yang berulang kerap membuat aparatur lengah sehingga menurunkan sensitivitas dalam menghadapi perubahan.
Apa yang kita lakukan lima tahun lalu bisa jadi sekarang tidak perlu lagi. Apa yang dua tahun lalu menjadi prioritas, sekarang bisa jadi tidak relevan. Karena itu peningkatan kapasitas dan kompetensi harus terus dilakukan. ASN harus mau adaptif terhadap perubahan,” tegasnya.
Ning Ita menambahkan bahwa pembinaan ASN perlu dilakukan secara konsisten setiap tahun untuk memastikan kualitas kinerja birokrasi tetap optimal. Ia menegaskan kegiatan coaching ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga performa ASN sebagai motor penggerak birokrasi.
Kalau memang berdasarkan indikator-indikator kinerja ASN Kota Mojokerto sudah baik semua, saya malah lebih senang. Artinya tanpa melalui pembinaan seperti ini, kinerjanya sudah apik kabeh,” tuturnya.
Meski begitu, ia mengakui masih diperlukan peningkatan untuk mencapai capaian indikator SDM yang maksimal.
Kalau semuanya sudah pada tingkat capaian target yang terbaik dan tinggi, berarti sudah tunai tugas saya sebagai PPK. Wis enggak perlu dibina maneh, wis apik kabeh,” ujarnya.
Dalam analoginya, Ning Ita menggambarkan birokrasi sebagai kendaraan yang memerlukan perawatan berkala agar dapat bekerja dengan optimal.
Mesin penggerak birokrasi itu ya ASN. Tanpa ASN, pemerintahan tidak akan pernah bisa berjalan. Maka mesin ini harus prima, kapan ganti oli, kapan ban harus direbalancing, semuanya harus dicek,” tuturnya.
Melalui kegiatan coaching ini, Wali Kota berharap seluruh ASN mampu terus meningkatkan kemampuan, wawasan, serta respons terhadap perkembangan birokrasi. Ia menegaskan bahwa ASN tidak boleh terpaku pada rutinitas dan harus selalu terbuka terhadap pembaruan sebagai kunci menjaga birokrasi tetap relevan, produktif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
—
Jekyridwan
