Jurnalis Mojokerto Tegaskan Sikap Teguh dan Pantang Menyerah di Tengah Tantangan Profesi

Oplus_131072
Mojokerto. 20/2/2026 Dunia jurnalistik tidak terlepas dari berbagai tantangan, kritik, bahkan cibiran yang dapat menguji mental dan integritas para pelakunya. Namun, bagi salah satu jurnalis Mojokerto, Jeky Ridwan, semua itu justru menjadi motivasi untuk terus melangkah maju dan membuktikan diri melalui karya nyata.
Dalam ungkapannya, Jeky Ridwan menyampaikan pesan yang sarat makna tentang keteguhan dan kekuatan mental dalam menghadapi berbagai perlakuan yang kurang menyenangkan.
“Saya tidak dendam, tapi saya akan terus mengingat mulut siapa saja yang pernah merendahkan saya,” ungkapnya dengan tegas.
Pernyataan tersebut bukan dimaknai sebagai bentuk kebencian, melainkan sebagai refleksi pengalaman hidup yang membentuk karakter lebih kuat, tegar, dan tidak mudah menyerah. Baginya, setiap perkataan yang merendahkan justru menjadi bahan bakar semangat untuk terus berkembang dan membuktikan kemampuan melalui profesionalisme di bidang jurnalistik.
Sebagai insan pers, Jeky Ridwan menilai bahwa kritik dan tantangan adalah bagian dari proses pendewasaan.
Ia percaya bahwa konsistensi, kerja keras, dan integritas akan menjadi jawaban terbaik atas segala keraguan maupun pandangan negatif dari pihak tertentu.
Rekan-rekan jurnalis di Mojokerto juga menilai bahwa sikap tegar seperti ini mencerminkan semangat pantang menyerah yang harus dimiliki setiap insan pers. Profesi jurnalistik menuntut keberanian, ketulusan, serta komitmen untuk menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Jeky Ridwan berharap dapat terus berkarya, memberikan kontribusi positif, serta menjadi bagian dari jurnalis yang menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi dan penyampai kebenaran di tengah masyarakat.
Redaksi
